Dibuka dengan adegan seorang anak muda menggunakan jas putih sedang berlari ke lobby rumah sakit untuk melihat siaran berita yang disampaikan oleh seorang reporter tentang pemerintahan Terpampang ID dengan nama KANG MA ROO.
Kang Ma Roo : "ckckck..ajummaku menyebabkan masalah lagi."
Ajumma yang dimaksud mengakhiri laporan beritanya dan terpampang di layar TV namanya Han Jae Hee. Masih mengagumi sang reporter, Kang Ma Roo dipanggil temannya untuk melanjutkan pekerjaannya.
Kang Ma Roo berada di rombongan dokter dan mahasiswa magang yang dipimpin oleh Dr. Suk Min Hyuk. Mereka pergi melihat pasien satu ke pasien yang lain dan Ma Roo terlihat memperhatikan dan mencatat. Sampai akhirnya dia menaikkan tangannya dan bertanya mengapa dia dan dokter magang lainnya seperti diabaikan. Dan dengan tajam dia berkata ke Kang Ma Roo untuk kembali ke tempatnya, "Hanya dengan menggunakan jas dokter bukan berarti membuatnya menjadi seorang dokter.". Ma Roo Protes, akan tetapi Dr Min Hyuk masih tetap pada pendiriannya bahwa tak satupun dari siswa tersebut akan bisa menjawabnya, jadi buat apa repot-repot bertanya.
Dr Min Hyuk mengambil kesempatan ini untuk menguji maru dan akhirnya mengajukan pertanyaan "Apa penyebab penyakit anak itu" Kang Ma Roo punya waktu 2 jam untuk menemukan jawabannya.
Semua tanda-tanda menunjukkan "Head Trauma",tapi tidak ada record tes yang menunjukkan itu. Ma Roo bingung apa yang harus dilakukan. Bocah tersebut bangun dan melepas infusnya, Ma Roo menghentikannya.
Bocah itu berkata "Kakakku tak punya uang, aku harus keluar sekarang.". Ma Roo tidak setuju. Bocah tersebut bahkan menantang Ma Roo untuk membayarkan tagihan rumah sakit dan Ma Roo setuju. Karena jengkel dengan tingkah bocah itu, Ma Roo memukul pelan kepala bocah itu, Namun seketika itu juga bocah tersebut muntah dan sakit kepala. Berdasar tanda2 itu Ma Roo menemui Dr Min Hyuk dan mengatakan diagnosanya bahwa bocah tersebut mengalami pendarahan otak.
Namun Dr Min Hyuk mengatakan bahwa penyakitnya bukan itu. Tes medis pendarahan otak terhadap bocah itu menunjukkan negatif. Tapi Ma Roo sempat menggunakan contoh adik perempuannya yang sakit tapi tidak mau menunjukkannya karena khawatir terhadapnya. Perselisihan pendapat mereka berakhir setelah angiogram anak tersebut menunjukkan tidak adanya pendarahan di otak. Ma Roo pun menunduk dan mengakui kesalahannya. Dr Min Hyuk mengijinkan anak itu keluar dari rumah sakit.
Namun malam harinya, anak tersebut kembali masuk ke rumah sakit dan tes medis menunjukkan hal yang sama dengan dianosa Ma Roo. Dr Min Hyuk menyuruk dokter bawahannya untuk menghubungi Ma Roo " katakan padanya bahwa, aku salah dan dia benar. katakan
padanya bahwa, sebagai seorang guru, hal ini sangat memalukan". Dia berkata kepada Ma Roo "Kurasa RS kita akan mempunyai dokter jenius beberapa tahun ke depan."
Setelah mendapat pengakuan dari gurunya tersebut, Ma Roo pulang dengan hati riang dan membawa sepotong coklat di tangannya, "Hey Choco... adikku..dimana dirimu??". Dan ternyata sang adik tergeletak lemas di lantai kamar. Ma Roo mengecek suhu badan adiknya dan ternyata sangat panas.
Ma Roo : "Bagaimana keadaanmu? Ayo kita ke RS sekarang."
Choco : "Aku baik-baik saja.."
HP Ma Roo berdering, "Jae Hee Noona.." ucap Ma Roo.
Jae Hee panik dan menangis di telepon "Kurasa dia mati..bukan dia telah mati".
Jae Hee : "Tolong aku.. datanglah kemari..kumohon..aku takut..".
Ma Roo khawatir denga Jae Hee dan bersiap pergi menyusulnya.
Choco : "Jangan pergi.."
Ma Roo: " Aku harus pergi.. setelah menemuinya aku pasti segera kembali"
Choco : "Aku sakit..aku benar-benar sakit.."
Ma Roo : "Hitunglah sampai 500 Choco..sebelum hitunganmu selesai aku pasti kembali."
Choco : "Jangan pergi..bila kau pergi kepadanya, aku akan mati dengan sendirinya"
Namun Ma Roo tetap pergi ... (HIkss sedih aku..kenapa Ma Roo malah milih ceweknya daripada adiknya..T_T kesalahan yang cukup besar..)
Ma Roo : "Apakah dia mati?" dan dengan gemetar dia menjawab "Aku tak tahu..."
Kemudian Ma Roo duduk bersimpuh di dekat tubuh laki-laki itu dan mengecek apakah dia masih hidup atau tidak.
Jae Hee : "Apakah dia mati?" dan Ma Roo menganggukkan kepala.
Jae Hee : "Aku tidak membunuhnya... mengapa..mengapa dia mati.. Aku tidak membunuhnya..!!!"
Setelah menutupi mayat lelaki itu dengan selimut, Ma Roo duduk di depan Jae Hee dan bertanya "Apakah botol itu kau hantamkan padanya??". Jae Hee kaget dan gemetar..lalu memecahkan leher botol yang masih di tangannya. Dengan gemetar dia bilang ke Jae Hee bahwa dia lakukan adalah pembelaan diri karena laki-laki itu berniat mencelakainya, dan polisi akan mengerti itu.
Jae Hee : "Duniaku sudah berakhir.. 15 tahun aku bekerja keras dan akhirnya aku menjadi reporter.. tanpa itu semua, aku bukanlah siapa-siapa..aku tak punya alasan lagi untuk hidup"
Ma Roo : "Tak bisakah aku menjadi alasannya?", sambil menyeka pergelangan tangannya yang terkena pecahan kaca saat menhgentikan aksi bunuh diri Jae Hee. "13 tahun aku hanya melihatmu, bagiku kau adalah cahaya di kehidupanku yang gelap... Pria sepertiku..tak bisakah menjadi alasan hidupmu??" (T_T.. ikut nangis liat Joongki ngomong gitu.. kl aku lsg jawab "I DO!!")
Jae Hee kemudian bercerita mengenai kehidupannya, kemudian dia memutuskan untuk menyerahkan diri ke polisi. Dia pun hendak menelpon polisi dan Ma Roo mengambil HPnya lalu..cupp Ma Roo give her a deep kiss (T_T ngiri).
Ma Roo kemudian berdiri dan memhapus sidik jari Jae Hee.
Jae Hee : "Apa yang kamu lakukan?"
Ma Roo : "Aku membunuhnya..aku yang membunuh laki-laki itu.." ucap MA Roo dengan gemetar. (Oh Noooooo....).
Jae Hee :"Jangan lakukan itu..jangan.."
Jae Hee :"Jangan lakukan itu..jangan.."
Ma Roo : "Pergilah.. dan jangan pernah melihat ke belakang lagi. Aku tak peduli dengan gelar dokterku.. tapi dirimu..kau punya mimpi.. Jika mimpi itu hilang.. kau bisa mati. Pergilah Noona.."
Beralih ke Seo Eun Gi, yang menjemput Direktor Choi masuk ke mobilnya. Dengan gugup direktur itu terpaksa mengiyakan "Merupakan kehormatan bagiku dapat duduk di mobil anda."
Direktur Choi : "mengapa anda tidak menggunaka sopir?"
Eun Gi : "Karena aku terlalu temperamen.. aku benci dipanggil Agashi (panggilan nona muda). Dan gara2 itu aku telah memecat 3 orang sopir... Kudengar kau keberatan aku menjadi atasanmu karena aku anak presdir yang mengandalkan gelar MBA harvardku. Aku tahu kau membicarakanku di belakang. Tenang saja aku tak mempermasalahkan itu". Direktur Choi menyangkal sambil berkeringat dingin.
Eun Gi : "Tapi sekarang.. mungkin anda harus sedikit khawatir.."
Kemudian Eun Gi menyetir dengan mengebut sambil menginterogasi tindak korupsi yang dilakukan direktur Choi. Sampai mereka berhenti di suatu rumah..sepertinya rumah Seo Eun Gi.
Terlihat Jae Hee berdiri mengenakan kemeja kotak-kotak milik Ma Roo (Ma Roo sepertinya fans Jokowi, karena bajunya kotak2 merah biru..*abaikan) sambil membawa sebuah file. File tersebut diberikan kepada seorang laki-laki yang disebut ketua. Sepertinya pembunuhan tak berencana tersebut terjadi saat Jae Hee berencana merebut file itu.
Jae Hee menangis dan berkata ke laki-laki itu " Kepada seorang pria yang sangat berarti bagi hidupku.. apakah kau tahu apa yang telah kulakukan padanya.. pada seseorang yang begitu kucintai..aku telah mempertaruhkan hidupnya..". Kemudian laki-laki itu memeluk Jae Hee dan Jae hee menangis tersedu di pelukannya. Eun Gi terus mengamati di dalam mobil.
Dan dia dijatuhi hukuman penjara 5 tahun.
6 Tahun Kemudian
Ma Roo memandang keluar jendela dari sebuah hotel di Tokyo. Dia telah menghabiskan satu malam dengan seorang wanita. Wanita itu adalah seorang wanita pemeras, dan dengan gaya cool Ma Roo mengatakan padanya bahwa dia tak punya banyak uang seperti yang kau pikirkan. Wanita itu mencegah Ma Roo pergi dan berkata "Sebelumnya aku berpikir mendekatimu karena uang.. tapi kau berbeda dengan laki-laki yang kutemui sebelumnya.. aku benar-benar mencintaimu.. mungkin, kau tak akan mempercayaiku.."
Ma Roo dengan tanpa ekspresi memeluknya dan menjawab " aku percaya.."
Wanita itu merasa bersalah padanya dan meminta maaf.
Eun Gi sedang tertidur sambil diseka keringatnya oleh Park Joon Ha. Kemudian dia terbangun dan bertanya jam berapa sekarang pada Joon Ha. Dia marah pada Joon Ha mengapa tidak dibangunkan, Joon Ha menjelaskan dia sengaja tak membangunkannya karena khawatir dengan kesehatannya. Eun Gi bangkit dari tempat tidur dan mandi.. namun kemudian dia keluar dari kamar mandi hanya dengan sehelai handuk dan memperingatkan Joon Ha, "Bila negosiasi gagal, aku akan menggorok lehermu..". Joon Ha hanya menunduk saja.
Eun Gi menemui orang jepang yang melayangkan komplain mengenai produk kosmetik mereka. Eun Gi menghormat dan meminta maaf, kemudian Joon Ha mendekati wanita jepang itu dengan membawa seamplop uang kompensasi. Eun Gi dan wanita jepang itu makan bersama. Eun Gi membawa kimchi , dan wanita jepang itu ikut senang memakan kimchi itu.
Setelah makan, Eun Gi memberikan hadiah kosmetik kepada klien jepang itu. klien jepang itu protes, "mengapa kau memberikan kosmetik yang membuat wajahku rusak?"
Eun Gi menjelaskan bahwa klien tersebut telah memakan bahan-bahan alami yang digunakan sebagai bahan dasar make up tsb. apabila klien tersebut memang alergi bahan tsb maka dia akan bertemu di RS besok paginya. Joon Ha masuk dengan membawa rekap rekening klien tsb, terlihat ada transfer uang $40,000 dari kompetitor. Klien tsb hanya bisa diam seribu bahasa.
Eun Gi keluar ruangan, sambil melewati Ma Roo yang sedang berciuman dengan teman wanitanya. Tiba2 pandangannya kabur dan eun gipun tersandung. Jae Hee datang dari belakang dan membantunya.
Eun Gi menyuruh Jae Hee berhenti bersandiwara, baginya pertolongan tadi hanya sebuah pertunjukkan.
Eun suk, anak Jae Hee datang menghampiri "Noona.." dia memanggil Eun Gi.
Eun Gi marah dan menghardik mereka berdua, sampai mati dia tak mengakui Eun Suk sebagai adiknya.
Jae Hee : "mengapa kau berkata kasar pada anak kecil?"
Eun Gi : "Dia adalah anakmu.. aku menentangmu untuk jadi istri ayahku.. suatu saat anak ini bisa jadi lawanku di perusahaan. memikirkannya saja membuatku membencinya.."
Eun Gi pergi meninggalkan Jae Hee dan Eun Suk. Jae Hee menggendong Eun Suk yang menangis karena perlakuan kakaknya.
Its Now is Kwangsoo Time..hehehe...
Park Jae Gil, teman Ma Roo sedang menangis meraung karena seorang gadis di Jembatan Merah...
Jae Gil : "Apakah kau berhasil?"
Ma Roo menyerahkan sebuah buku rekening kepadanya.
Owhhh ternyata cewek tadi mantan Jae Gil, dan Jae Gil diperas olehnya...
Jae Gil terkesima dengan hasil kerja Ma Roo.
Ma Roo : "Sudah tak ada lagi yang harus dilakukan disini, ayo kita balik ke Korea."
Jae Gil : "Ya bagaimana caranya kau bisa melakukan ini semua?? Apakah kau berciuman dengannya?? Aishh.. pasti kau berciuman dengannya.. Hey apakah kau tidur dengannya?? "
Ma Roo tak menghiraukannya dan berjalan meninggalkannya..
Jae Gil : " Berapa kali??? sekali.. dua kali.. tiga kali... Aishh Dasar Brengsek!! aku menyuruhmu mengambil uangku kembali.. bukan menyuruhmu tidur dengannya!!" *LOL
Ma Roo tidur sepanjang perjalanan di pesawat menuju korea. Jae Gil melihat seorang wanita yang sedang memperhatikan Ma Roo. Dan dia menulis kata "Bajingan, Playboy!" di majalah, kemudian dibentangkan diatas kepala Ma Roo. Kemudian dia menulis lagi "Aku pria kaya yang ganteng!" dan ditunjukkan ke wanita itu. (ngakak gw..dasar kwangsoo).
Kemudian Ma Roo berdiri dan hendak ke toilet. Jae Gil ambil kesempatan mendekati wanita tersebut dan hendak meminta no HPnya. Tapi aksinya dihentikan cowok berbadan kekar. Si Cewek pun menulis "Pacarku Gangster" *Ngakakkk
Eun Gi keluar dari toilet pesawat, dan terjatuh di bahu Ma Roo.
Ma Roo : " Aisshh.. jangan disini.. ini public area.." *pentung si playboy
tapi Eun Gi tak bereaksi, Ma Roo kaget dan dengan pelan Ma Roo membaringkan pelan Eun Gi di Lantai kemudian memanggil pramugari untuk mengurusnya.
Terdengar beberapa kali pengumuman dikumandangkan di pesawat adakah dokter di antara para penumpang, dikarenakan ada seorang penumpang kritis di kelas bisnis. Namun tak satupun penumpang bergerak menuju ke kelas bisnis.
Jae Gil : "pergilah kesana kau kan dokter.."
Ma Roo: "Aku bukan dokter.. aku mantan mahasiswa kedokteran yang di DO"
Kemudian Ma Roo membenarkan posisi headphonenya dan mengabaikan pengumuman lagi.
Jae Gil melepaskan headphonenya itu dan berkata "Bayangkan bila orang itu adalah Choco, dia akan mati karena orang2 bertingkah sepertimu yang tak peduli orang lain"
Ma Roo pun bangkit dari tempat duduknya dan menuju kelas bisnis.
Jae Gil : "Sudah kuduga..Choco adalah kelemahanmu.."
Eun Gi masih tidak sadar dan berkeringat ketika Ma Roo memeriksanya, dan ia menyatakan bahwa kondisinya sangat serius.
Ma Roo : "Dimana walinya?" dan...
Keduanya syok melihat satu sama lain.
Jae Gil : "pergilah kesana kau kan dokter.."
Ma Roo: "Aku bukan dokter.. aku mantan mahasiswa kedokteran yang di DO"
Kemudian Ma Roo membenarkan posisi headphonenya dan mengabaikan pengumuman lagi.
Jae Gil melepaskan headphonenya itu dan berkata "Bayangkan bila orang itu adalah Choco, dia akan mati karena orang2 bertingkah sepertimu yang tak peduli orang lain"
Ma Roo pun bangkit dari tempat duduknya dan menuju kelas bisnis.
Jae Gil : "Sudah kuduga..Choco adalah kelemahanmu.."
Eun Gi masih tidak sadar dan berkeringat ketika Ma Roo memeriksanya, dan ia menyatakan bahwa kondisinya sangat serius.
Ma Roo : "Dimana walinya?" dan...
Keduanya syok melihat satu sama lain.
Ma Roo : "Apa hubungan anda dengannya??"
Jae Hee : "Dia anakku.. bukan ibu kandungnya.. dia anak dari suamiku dari pernikahan sebelumnya."
Perkataan itu seperti pukulan besar bagi Ma Roo. Pramugari menginterupsi keduanya bahwa tekanan darah Eun Gi menurun dan kondisinya semakin melemah. Tapi Ma Roo masih tak bergeminng melihat Jae Hee di depannya. Tak disangka Eun Suk memanggil Jae Hee "Omma.."
Ma Roo : " Berapa lama lagi menuju bandara terdekat?"
Pramugari : " Tiga puluh menit lagi?"
Ma Roo berpikir sejenak, lalu membasahi tangannya dengan alkohol dan memulai prosedur darurat mengeluarkan kelebihan air dan udara dari paru-paru Eun Gi. Ma Roo menyuntikkan jarum besar di dada Eun Gi.
Eun Gi batuk mengeluarkan darah. Jae Hee semakin bingung dan berteriak
Jae Hee :"Hentikan..hentikan apa yang kau lakukan?"
Ma Roo : "Apakah dia pernah mengalami kecelakaan?"
Jae Hee masih tak fokus dengan apa yg ditanya Ma Roo
Ma Roo : " Pernahkah dia mengalami patah tulang belakang karena kecelakaan itu? Apakah kau mengatakan dirimu benar-benar ibunya?"
Jae Hee :"Hentikan..hentikan apa yang kau lakukan?"
Ma Roo : "Apakah dia pernah mengalami kecelakaan?"
Jae Hee masih tak fokus dengan apa yg ditanya Ma Roo
Ma Roo : " Pernahkah dia mengalami patah tulang belakang karena kecelakaan itu? Apakah kau mengatakan dirimu benar-benar ibunya?"
Ma Roo mengambil jarum lainnya dan menusuknya ke dada Eun Gi lagi. Eun Gi batuk dan mengeluarkan darah lebih banyak lagi. Jae Hee histeris dan berusaha menghentikan Ma Roo.
Jae Hee : "Hentikan!! Kau bukan dokter!!"
Dan Ma Roo hanya memberikan tatapan tajam pada Jae Hee setelah mendengar kata-kata itu
Komentar :
Whuaaa...gak nyangka uri Joongki bakal meranin pria dewasa seperti Ma Roo. Daebak...
Awal yang baik untuk drama ini mendapatkan rating 2 digit. Chemistry Ma Roo n Jae Hee dapet banget. Next episode berharap chem Eun Gi - Ma Roo juga bagus.
Blogwalking :)
BalasHapusvisit & follow my blog pleasae
http://batavianist.blogspot.com
@D thanks dah mampir
BalasHapussinopsisnya detail...thanks ya..ditunggu lanjutannya
BalasHapus