Rabu, 19 September 2012

SINOPSIS NICE GUY/INNOCENT MAN EPISODE 2

Jika pandangan mata mampu menbunuh, mungkin Ma Roo akan mengirimkannya untuk Jae Hee. Ma Roo menunggu Eun Gi sampai keadaannya stabil, Ma Roo kembali ke kelas ekonomi meninggalkan Jae Hee yang menatapnya heran. Ma Roo berjalan gontai terhuyung-huyung dan seakan mengatur emosinya.
Setelah pesawat mendarat, Jae Hee mengantarkan Eun Gi ke Rumah Sakit.

Ma Roo mengemudi dalam kebisuan, membiarkan Jae Gil "berkicau" di jok belakang, yang mengungkapkan bahwa dia tahu penumpang di "first class" itu adalah Jae Hee.
jae Gil : " Kau lihat itu khan? Jae Hee jadi istri kedua seorang chaebol... " Ma roo terlihat marah, dan meminta Jae Gil untuk tak membahasnya lagi. Namun Jae Gik tetap berceloteh mengenai pendapatnya,bahwa Jae Hee tak setia pada Ma Roo. Awalnya saja Jae Hee menjenguk Ma Roo, namun seiring dengan waktu Jae Hee tak pernah mengunjungi a Roo lagi.
Jae Gil : "Anyway.. mengenai malam intu..aku heran mengapa kau membunuh seseorang? Aku tahu kau bukanlah orang yang sanggup membunuh. Kudengar dari Choco, malam itu kau pergi setelah mendapat telepon dari Jae Hee. Ma Roo tiba2 marah, "Hei..kau ini!! aku bukan sopirmu!!". Jae Gil "ada apa denganmu?? mengapa kau tiba2 marah padaku? baiklah aku ke depan..", Jae Gil baru membuka pintu mobilnya.. eh Kang Ma Roo keluar dari kursi kemudi..

Jae Gil : " hei..Kang Ma Roo mau kemana kau?? kau tahu khan aku tak bisa mengemudi??" *LOL dasar kwangsoo eh Jae Gil




Sambil berjalan di kegelapan malam.. Ma Roo teringat masa kecilnya saat pertama kali bertemu Jae Hee.
Ma Roo kecil sedang mencuci sprei yang terkena ompol choco, sambil mengomeli choco yang asyik makan coklat.
Jae Hee : "Tolong sembunyikan aku.. kumohon..", Jae Hee yang berdarah di sudut bibirnya datang tergopoh-gopoh seakan menghindari sesuatu. Jae Hee kemudian sembunyi dan masuk ke sebuah ruang. Lalu seorang laki-laki datang dan bertanya ke Ma Roo kecil, "apakah kau lihat anak perempuan ke arah sini?". Ma Roo menggeleng kepalanya.
Setelah melihat kondisi yang aman, Ma Roo masuk ke ruangan tempat Jae Hee berada dan mengobati luka Jae Hee.
Ma Roo : " Namaku Ma Roo, Kang Ma Roo. Impianku menjadi di dokter."
Jae Hee : "Aku Jae Hee, Han Jae Hee."
Ma Roo :" Aku tahu.. Kamu anak perempuan paling cantik di desa ini."
Jae Hee melihat Ma Roo dan tersenyum.. itulah pertemuan pertama mereka.
Ma Roo kemudian membayangkan saat kuliah bersama Jae Hee,
Jae ee : "Kau jadi juara semester ini? sedangkan aku khawatir tak lulus.. ahhh mengapa ujian menjadi reporter susah sekali... ahh kudengar ada cucu orang kaya yang naksir berat padamu.. mengapa kau tak tertarik? apakah dia jelek?"

Ma Roo : "Dia cantik."
Jae Hee : "Aishh.. Gadis itu sungguh beruntung bisa menangkapmu.."
Ma Roo : "Bagaimana bila Noona yang menangkapku??"
Jae Hee terkejut namun tak bisa menyembunyikan kegembiraannya.."Baiklah kalau begitu"
Kembali ke masa kini... Ma Roo melihat sebuah kios jalanan dan teringat kembali masa-masa indah bersama Jae Hee. Dengan cepat Ma Roo mengembalikan dirinya lepas dari semua memori itu.. "Cukup!!.. semua telah berakhir.. aku bukan Ma Roo yang dulu lagi.."
Joon Ha datang ke RS menengok Eun Gi. Sedangkan Eun Gi sedang duduk makan paha ayam sambil mengecek pekerjaan kantornya. Dia bertanya mengenai penyelamatnya di pesawat, namun setelah mengetahui bahwa identitas penyelamatnya bukan Dokter, dia merasa kecewa dengan ibu tirinya dan penyelamatnya itu, karena dengan begitu dia bisa mati sewaktu-waktu.
Eun Gi : " Dan kudengar.. dia dan laki-laki itu punya hubungan.."
Kemudian HP Eun Gi berbunyi...
Eun Gi : " Dia mengambil uang 100 juta won... selidiki untuk apa uang itu" 

Orang suruhan Eun Gi mengikuti Jae Hee yang sedang menuju rumah Ma Roo dengan membawa parcel buah-buahan dan beberapa hadiah lainnya. Dia berhenti di depan rumah Ma Roo sambil membayangkan masa kecilnya dulu. namun dia tersentak dengan suara ribut2 .
Tampak seorang laki-laki sedang berantem dengan Jae Gil di halaman rumah Ma Roo. Dia menuduh Ma Roo berselingkuh dengan istrinya, dan bersikeras untuk menemui Ma Roo. Jae Gil dengan kalem menjelaskan "tak mungkin Ma Roo berselingkuh dengannya... walopun Ma Roo gigolo tapi Ma Roo punya prinsip." Akhirnya sang wanitapun mengaku bahwa dia hanya menggemari Ma Roo saja dan menyimpan fotonya di HP saja. tapi suaminya tak peduli itu.. Jae Gil "bukan salahnya bila dia memiliki wajah yang tampan kan?" 
Perempuan itu bertanya apakah dia bisa memenuhi kualifikasi Ma roo bila dia bercerai? *LOL. Dan akhirnya wanita tersebut meminta cerai ke suaminya..wkwkwk

Jae Hee mendekati Jae Gil.. "Apakah Ma roo penyebab pertengkaran tadi?Apa yang dilakukannya sekarang??". Jae Gil menahan marah melihat Jae Hee bertanya-tanya tentang Ma Roo seperti itu..
Ma Roo sedang di RS menemani Choco check up. Dokter berkata "kondisinya jauh lebih baik daripada sebelumnya." Choco langsung membuka tirai dan berkata ke Ma Roo "Aku masih sakit.. Aku benar-benar masih sakit!!"
Choco : " Oppa!! ini semua gara2 kau!!kau meninggalkanku dan datang kembali!!Kau gila akan Jae Hee unnie hingga kau meninggalkan adikmu yang sedang sekarat dan hampir mati!!Ini semua salahmu bila aku sakit seperti ini!! Jika aku mati,,semua itu karnamu!!"
Choco : Aku lelah setelah berteriak padamu.. gendong aku oppa.."
Sementara itu, Jae Gil menjelaskan mengapa Ma Roo menjadi Gigolo. Ma Roo menjadi gigolo karena terpaksa, dia harus melunasi hutang-hutang ayahnya dan membayar pengobatan Choco. Selain itu karena tidak ada yang mau mempekerjakan seorang mantan narapidana. Alasan Ma oo hidup hanyalah Choco. 
Jae Gil :"Sebenarnya hatinya sudah mati" sambil mendongak ke atas jae Gil menggumam.. "Ah... Mengapa Tuhan begitu tak adil pada Ma Roo". Jae Hee merasa prihatin atas keadaan Ma Roo.
Jae Hee : "Mengapa mereka tetap bertahan disini?"
Jae Gil : "itu semua karnamu.." , Jae Hee heran dan menatap Jae Gil
Jae Gil : "Ma Roo khawatir jika dia pindah, kau akan kesulitan menemukannya. Dia menunggumu tiap hari.." *hua..ma roo forget her and pls come to me..
Sesampainya Ma Roo di rumah, Jae Hee sudah pulang. Ma roo merebahkan Choco yang tertidur. Jae Gil menyerahkan sebuah amplop ke Ma Roo, "beberapa menit yang lalu, Jae Hee kesini. Dia menitipkan ini padamu.. dia bilang dia ingin membayar hutangnya padamu.." 
 
Jeder... Ma Roo bagaikan disambar petir di siang bolong. Ma Roo menyambar amplop itu dan berlari keluar mengejar Jae Hee, namun dia tak bisa menemukannya. Dengan marah, dia meremas amplop berisi cek 100 juta won itu.
Di mobil Jae Hee terngingang-iang kata2 Jae Gil. Dia mengingat peristiwa di hotel malam itu. Ma Roo mengenakan kemejanya ke Jae Hee dan Jae Hee pun memeluk Ma Roo. Jae Hee berjanji akan membayar hutang budi itu seumur hidupnya.
Eun Gi telah berada di halaman rumahnya "menyambut" kedatangan Jae Hee. ulanya Eun Gi berkata-kata manis, meminta Jae Hee untuk memberitahu pihak rumah sakit kalau ia sudah sembuh dan berterima kasih padanya. Berkat Jae Hee, ia dapat selamat saat ia pingsan di pesawat kemarin.
Jae Hee : "Bukan aku yang menyelamatku, tapi dokter itu"
Eun Gi : "Kau menemuinya kan? sesorang yang putus sekolah kedokteran namun punya kemampuan luar biasa dan bahkan menyelamatkanku. Mengapa kau memberikan uang 100 Juta won padanya"
Jae Hee kaget mendengar ucapan Eun Gi. Tanpa basa-basi Eun Gi mengakui kalau ia memang menyuruh orang untuk memata-matai Jae Hee pergi sejak minggu pertama ibunya diusir keluar dari rumah ini, “Aku ingin balas dendam. Aku akan menemukan kelemahanmu dan menendangmu keluar dari rumah ini, seperti yang dulu kau lakukan pada ibuku,” katanya geram.
Jae Hee tercengang mendengar kata-kata Eun Gi yang baginya terlalu kasar. Dengan muka polos, ia mengatakan kalau ia memberikan uang itu sebagai balas jasa karena telah menyelamatkannya.
Eun Gi tertawa mendengar kata-kata Jae Hee. “Kau ingin aku mempercayainya? Kau memberinya uang sebagai balas jasa karena menyelamatkanku? Atau sebagai balas jasa karena membunuhku seolah ketidaksengajaan di pesawat terbang?”

Maka Jae Hee mengubah taktik dan berkata kalau si penyelamat itu mengetahui kalau Eun Gi dulu pernah memakai narkoba 7 tahun yang lalu saat Eun Gi di Amerika. Pria itu mengancamnya akan membocorkan hal ini pada media sehingga ia harus membayar pria itu.
Eun Gi terdiam mendengar itu semua. Jae Hee memperingatkan Eun Gi, "Seharusnya kau berhati-hati, bila jajaran direksi tahu maka kau tak akan bisa mewarisi perusahaan"

Eun Gi tak dapat membalas kata-kata Jae Hee. Ia memang pernah terlibat narkoba saat itu. Tapi yang sebenarnya terjadi adalah pacarnya memohon padanya agar Eun Gi mau mengakui kalau narkoba itu adalah miliknya, “Aku akan membantumu jika kau mau membantuku. Bahkan ayahku berkata kalau ia akan membantu menolong perusahaan Tae San yang sekarang sedang dalam masalah.”
Eun Gi menelpon mantannya itu. Sementara sang mantan sedang mendapat tugas dari istrinya untuk menggendong putri mereka.
Eun Gi : "Apakah kau mengingatku?".. "Hari itu aku rela mengambil kesalahanmu bukan karena perusahaan ayahku.. mungkin kau tak percaya.. itu karena aku mencintaimu.."
mantannya terdiam mendengar kata-kata Eun Gi, belum sempat mantannya menjawab, Eun Gi sudah mengumpat "Dasar bajingan" dan menutup telponnya. 
 
Ketika mantannya menelpon kembali, Eun Gi menceburkan HPnya di aquarium.. *Galaxy S3nya sayang..buatku aja..

Sementara itu di tengah hujan di dalam mobil, Maru mendapat telepon dari Jae Gil yang berteriak gembira kalau ia tak akan pulang ke rumah karena suatu urusan. Dan Jae Gil melarang Maru untuk menghubunginya karena ia tak ingin dibebani oleh biaya roaming luar negeri. 
Dan urusan itu sepertinya berhubungan dengan gadis yang ada dalam pelukannya...Hehehe.  
Jae Gil : "Apakah kau ingin mengembalikan uang itu?simpanlah 10% dan kembalikan 90% sisanya, Karena baginya, uang segitu adalah untuk membeli beberapa tas bermerek.”
Ma Roo hanya melirik amplop di sebelahnya dan membalas Jae Gil "Urus saja wanita di sebelahmu"
Beralih ke rumah Eun Gi yang sedang dinner bersama dua pengacaranya. Ayahnya Eun Gi menyelesaikan makan malam terlebih dahulu dan mengajak Pengacara Ahn untuk masuk ke ruang kerjanya. Jae Hee mengantar suaminya ke ruang kerja dan kemudian kembali ke ruang makan bersama Eun Gi dan Pengacara Joon Ha. Jae Hee meminta  ajumma untuk membawa eun Suk ke ruang makan.

Di depan Jae Hee, Eun Gi bertanya pada Joon Ha tentang kelanjutan laporannya pada polisi. Dengan santai Eun Gi memberitahu Jae Hee kalau ia ingin menuntut pria yang melakukan pemerasan pada Jae Hee.
Jae Hee menggenggam sumpitnya lebih erat, mencoba menyembunyikan perasaannya. Genggamannya lebih erat saat Eun Gi mengajarinya untuk tak takut pada orang-orang seperti itu. Ia telah melaporkan kasus ini pada polisi, tapi menurut Joon Ha, polisi meminta pernyataan resmi dari si korban pemerasan. Wow..counterattack from our Eun Gi.
Ma Roo telah berdiri di depan rumah Jae Hee dengan membawa amplop uang pemberian Jae Hee. Ia melihat kepergian Eun Gi dan Joon Ha. Dia  berdiri di depan pintu pagar lama, Ma Roo menulis nama "Han Jae Hee"di amplop uang dan kemudian memasukkannya ke dalam kotak pos.
Tiba-tiba Ma Roo mendapat telepon dari Choco yang menangis ketakutan. 
Choco: "oppa..aku takut.. polisi datang ke rumah kita.. mereka menggeldah rumah kita". Ma Roo bergegas pulang ke rumahnya.
Salah satu polisi memperkenalkan diri dan meminta Ma Roo untuk ikut dengannya, karena dia menjadi tersangka, “Han Jae Hee menuntut anda untuk kasus pemerasan.”
Ma Roo tersentak kaget, “Apa yang kau bilang? Siapa yang menuntutku”
Polisi itu pun menegaskan lagi "Han Jae Hee"
Choco menangis membela kakaknya, “Untuk apa kakakku melakukannya? Ia tak akan pernah melakukan hal seperti itu!”
Tapi polisi tetap memintanya untuk ikut ke kantor polisi maka Ma Roop un digiring pergi. Di bawah hujan lebat, Choco mengejar kakaknya dan memohon agar kakaknya tak dibawa pergi. Ma Roo meminjam payung dan memberikan pada Choco. Tapi Choco menepis payung itu. Ma Roo tak bersalah, kenapa harus dibawa pergi?  
Ma roo menenangkannya dan menyuruh Choco untuk segera masuk kedalam, “Keringkan tubuhmu, ganti baju dan masaklah air untuk minum obat.”
Choco tak mau,"Kalau oppa tak masuk ke dalam rumah sekarang, ia juga tak mau." Maru mulai hilang kesabarannya dan mengatakan kalau dokter melarangnya untuk berhujan-hujan. Tapi Choco tak peduli, “Memang kenapa kalau aku mati?” . “Kalau begitu mati saja. Kau kehujanan di sini dan akan mati, bodoh!” teriak Maru kesal.
  Jae Hee sudah sampai di depan kantor polisi dan hujan juga telah berhenti. Tapi Jae Hee tak kunjung keluar dari mobil hingga Pengacara Ahn memintanya untuk turun.
Di ruang pemeriksaan, Jae Hee dihadapkan dengan Ma Roo yang hanya terdiam memandang tajam padanya. Namun Jae Hee pun juga diam. Saat penyidik bertanya apakah Ma roo memeras Jae Hee untuk mendapatkan uang 100 juta won, Jae Hee diam ragu untuk menjawab.
Setelah Long Pause akhirnya Jae hee bersuara, "Pria ini yang berada di depanku telah memerasku. Dia mengetahui rahasia keluarha kami".
Aku mencoba mengerti dirimu. Aku tahu, aku tak punya hak lagi memilikimu Noona. Noona dan aku telah berada di dunia yang berbeda. Aku tahu itu melebihi siapapun di dunia ini. Bahkan tanpa kau melangkah sejauh ini, aku telah berencana melupakanmu Noona. Tanpa kau melakukan sejauh ini, aku akan melepaskanmu kepada orang yang kau cintai Han Jae Hee.”
Jae Hee pulang dengan hati berat. Hatinya terasa lebih berat lagi saat menerima amplop uang dari pembantunya. Kang Ma Roo ternyata menolak uangnya.
Di ruang kerja, Eun Gi dimarahi habis-habisan oleh ayahnya karena keputusannya meluluskan permintaan dari Serikat buruh yaitu mengubah status pekerja kontrak menjadi permanen. Namun menurut Eun Gi, hal ini sudah sewajarnya. Ia sudah memperhitungkan semua biayanya. Dan jika ayahnya menganggap kalau keputusannya ini memberatkan perusahaan, maka ayahnya salah, karena perusahaan mampu menanggung pengeluaran ini. 
Ayahnya marah hingga melempar asbak ke dinding. Tapi Eun Gi tak bergeming, walaupun pecahan kaca menggores pipinya hingga berdarah. Namun kata-kata ayah berikutnyalah yang menggores hatinya,
"Aku tak akan memberikan perusahaan kepada seseorang yang tak punya kemampuan. Sampai kapan aku harus menunggumu? Aku masih punya pilihan lain, Eun Suk dan Eun Suk Omma. Jika kau tak bisa menghandlenya, pergilah.. Pergi seperti yang ibumu lakukan dulu"
Di dalam kamarnya, Eun Gi menempelkan band aid ke lukanya, tak merasa sakit sedikitpun. Bagaimana merasa sakit kalau hatinya jauh lebih sakit?
Jae Hee menemui Eun Gi yang duduk di ruang tengah. Eun Gi menanyakan kelanjutan kasus pemerasan itu, "kudengar kasusnya dihentikan karena tak cukup bukti... kemana perginya uang 100juta won itu?"

Jae Hee: "uang Itu ada di aku.", Eun Gi  tanya "Kenapa?"
“Karena dia gagal menjalankan misinya. Aku menyuruhnya untuk membunuh anak suamiku dari pernikahannya yang pertama. Tapi ia gagal. Namun jangan lupa kalau kau 7 tahun yang lalau kau pernah ditahan karena memiliki narkoba namun dibebaskan. Jika para pemegang saham mengetahuinya, kau tak akan mampu mewarisi perusahaan ini,” Jae Hee mulai mengeluarkan cakarnya. “Kau masih muda, dan sepertiga pemegang saham sudah tak menyetujuimu. Aku dan Eun Seuk berterima kasih padamu, karena informasi ini akan membuatmu pergi.”
Eun Gi tak mengkeret mendengar ancaman Jae Hee. Lantas kenapa kalau ia pernah ditahan? “Apakah kau ingin memberitahukan hal ini pada para pemegang saham sekarang?”
Jae Hee tertawa. Ia tak berencana melakukan permainan itu karena pasti akan membosankan. Kalau Eun Gi sudah bisa menyamainya, maka ia akan bermain dengan Eun Gi. “Saat itu mari kita bertanding. Apakah kau yang menang dan aku mati ataukah sebaliknya. Untuk sekarang ini, jangan paksa aku hingga aku membocorkan rahasiamu.”
Selepas dr kamar Eun Gi, Jae hee membacakan dongen untuk menidurkan Eun Suk. sedangkan Uri Eun Gi berusaha meredakan emosi dengan menenggak minuman keras langsung dari botol, dan diapun tertidur di ruang kerjanya.
Lalu bagaimana dengan Ma Roo?? Dia termenung dalam kegelapan di balik terali besi

Keesokan paginya, ia dibebaskan. Sesampainya di rumah, ia mencari Choco, mungkin ingin berbaikan. Namun ia tak menemukan adiknya walau ia mencari di seluruh penjuru rumah dan halaman. Ia mulai khawatir karena bayangan Choco pun juga tak ada.




Hingga salah satu tetangganya memberitahu kalau Choco sekarang ada di rumah sakit. Kemarin Choco mengejar Ma Roo di tengah hujan lebat, dan ia pingsan di dekat bukit. Salah satu tetangganya menelepon rumah sakit, dan pihak rumah sakit langsung membawanya.

Ma Roo segera pergi menuju rumah sakit. Di ICU, Choco tergeletak tak sadarkan diri, dengan selang oksigen dan infus terpasang di tubuhnya. Maru terduduk lunglai melihat kondisi adiknya yang seperti orang tidur, dan ingatan akan kejadian kemarin menghantamnya.
Bagaimana ia menyuruh Choco untuk mati saja di tengah hujan deras dan bagaimana Choco yang menuduhnya lebih memilih Jae Hee daripada dirinya. Dan jika nanti Choco mati, maka semua itu adalah salah Ma Roo. 
Ia meraih tangan Choco, sepertinya menyesal. Tapi apakah benar menyesal? Mungkin lebih dari itu, karena saat ia mengangkat wajahnya, matanya menyiratkan sebuah ambisi.
Sepertinya Eun Gi melepas stress dengan mengendarai motor balapnya. Saat di jalan beraspal, ia ngebut menyalip sana sini. Saat belok ke jalan tanah dan berpasir, kecepatan motornya tak  dikurangi, malah semakin ditambah.
Naluri bersaingnya muncul saat ada pengendara motor melompat dari atas dan menyalipnya. Eun Gi tak mau kalah, ia semakin mempercepat laju kendaraannya. Jadilah mereka berdua saling menyalib.
Akhirnya Eun Gi memenangkan round ini karena lawannya tak berhasil menghindari batang pohon yang melintang di jalan hingga terjatuh.
Namun nasib baik tak berpihak padanya. Rem tangannya tiba-tiba blong dan sepeda motornya tak mau berhenti padahal tebing sudah di depan mata. Segera Eun Gi memutar motornya 360 derajat hingga motor itu berhenti di tepi jurang.
Dia hampir jatuh saat ranting tempat dia bergantung patah..namun datanglah sang penyelamat
 

 KOMENTAR :
Ma Roo sebenarnya awalnya ikhlas untuk menggantikan Jae Hee dipenjara. Dia bahkan ikhlas untuk melepaskan Jae Hee yang hidup sebagai istri muda orang kaya. Namun karna capur tangan si anak tiri.. akhirnya Jae Hee "terpaksa" memfitnah Ma Roo untuk keselamatan hidupnya dan anaknya. Dan untuk kali ini Ma Roo tak tinggal diam.. terlebih dia menyesal karena perbuatan Jae Hee, 2x adiknya hampir mati. Dan kali ini.. dia mencoba mendekati Seo Eun Gi..
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar